Showing posts with label NonFiksi. Show all posts
Showing posts with label NonFiksi. Show all posts

Thursday, 8 June 2017

10 CARA MERAWAT KECANTIKAN DAN BUMI

Industri dan tradisi kecantikan sering identik dengan praktek-praktek serta kandungan bahan yang tidak ramah lingkungan. Editor kami punya tips untuk merawat kecantikan sekaligus menyayangi bumi.

1. MATIKAN KERAN
Saat Anda tidak membilas tubuh, rambut atau sikat gigi, matikan keran, cara sederhana untuk menghemat air dan anggaran Anda.

2. GUNAKAN BOTOL ISI ULANG
Di Amerika saja, orang mengonsumsi 1.500 botol air plastik setiap detiknya! Dan kurang dari 20% botol tersebut dapat didaur ulang. Plastik sulit terurai dan membutuhkan banyak energi untuk diproduksi. Dibutuhkan tiga kali jumlah air untuk membuat botol plastik dibanding mengisinya! Jadi haruskah kita berhenti minum air putih? Tentu saja tidak. Sebagai gantinya, pilih botol air yang dapat diisi ulang.

3. BUANG TISU WAJAH
The Marine Conservation Society menemukan bahwa ada 35 lembat tisu wajah di setiap 1 kilo pantai Inggris,  – dan cenderung bertambah setiap harinya! Jadi jika Anda membersihkan wajah dengan tisu wajah, buang ke tempat sampah, bukan ke toilet.

4. PERHATIKAN LOGONYA
Menjelajahi dunia produk kecantikan alami, organik dan berkelanjutan dapat membingungkan, oleh karena itu kenali lembaga sertifikasi industri Anda. Membeli produk yang disetujui oleh Ecocert menjamin bahwa produk Anda mengandung lebih dari 95% bahan alami, menggunakan kemasan daur ulang dan diproduksi secara bertanggung jawab. Produk yang disertifikasi Ecocert akan mempunyai logo tertentu pada kemasannya.

5. HINDARI MICROBEADS
Microbeads adalah potongan plastik kecil yang digunakan dalam exfoliators. Menurut UNEP (Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa) gel mandi eksfoliasi mengandung sebanyak plastik dalam bentuk microbead sebanyak kandungan plastik pada wadahnya! Jaga persediaan air dunia dan gunakan scrub dari bahan alami saja.

6. SADAR FASHION, SADAR LINGKUNGAN
Beberapa bahan pakaian tidak perlu dicuci setiap habis pakai. Pabrik menganjurkan agar Anda mencuci celana jeans setiap lima sampai enam kali pemakaian untuk menjaga bentuknya. Dan jika Anda mencuci pakaian Anda pada suhu 30 ° C, bukan 60 ° C, Anda dapat menghemat energi hingga setengahnya! Tinggalkan pengering dan jemur pakaian Anda secara alami di bawah sinar matahari, maka Anda telah menghemat 2-3 kg emisi karbon.

7. DAUR ULANG!
Kemasan sampo, kondisioner, krim pagi, kotak pasta gigi, tisu WC…jangan lupa, semuanya dapat didaur ulang!


8. HARI BEBAS DAGING
Mengurangi konsumsi daging 1 hari dalam seminggu dapat membantu menyelamatkan bumi. Tahukan Anda, membutuhkan 2500 galon air untuk memproduksi 500 gr daging sapi? Anda tidak perlu menjadi vegetarian, tetapi mengurangi konsumsi daging dengan mempraktekan hari bebas daging 1 hari semiggu, Anda telah berpartisipasi dalam mengatasi perubahan iklim.

9. KENALI FAIRTRADE
Produk yang disertifikasi Fairtrade memastikan membayar "harga layak" untuk kandungan bahan-bahan di dalamnya. Ini berarti kondisi perdagangan yang lebih adil bagi produsen dan peluang untuk berinvestasi pada bisnis dan masyarakat. Temukan logonya!

10. WARISKAN
Penelitian menunjukkan bahwa 30% pakaian dalam lemari rata-rata belum dipakai selama setahun. Bila sudah waktunya berpisah dengan pakaian Anda jangan membuangnya. Sebagai gantinya, wariskan pada teman, pusat amal atau panti-panti sosial.




Words by: Photographs by: Getty images

Sumber : www.oriflame.co.id
http://bit.ly/ibulotta
No comments

Tuesday, 20 December 2016

Sebuah Perusahaan Yang Dibangun Dari Mimpi

Pada tahun 1967 di Stockholm, Oriflame dimulai oleh dua bersaudara Robert dan Jonas Af Jochnick dan teman mereka Bengt Hellsten. Mereka memutuskan untuk memulai bisnis mereka sendiri dan menggapai impian mereka.


Oriflame tumbuh menjadi perusahaan produk kecantikan dengan metode penjualan langsung yang terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3 juta konsultan di seluruh dunia dan omset tahunan sekitar 1,5 miliar Euro.
Hari ini Oriflame adalah mitra global dan Kosmetik Resmi tenis profesional wanita - WTA (Asosiasi Tenis Wanita).

Sejak diluncurkan pada tahun 1967, Oriflame telah didedikasikan untuk praktek-praktek yang baik bagi masyarakat dan lingkungan. Oriflame menggunakan bahan-bahan alami dan tidak pernah menguji produknya pada hewan. Dengan komitmen yang serius terhadap lingkungan dan masyarakat di tempat Oriflame berada, Oriflame telah meluncurkan banyak inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan. The Oriflame Foundation adalah cara perusahaan untuk memberikan kembali kepada masyarakat dengan mendukung perempuan dan anak-anak yang membutuhkan.

Dengan hampir 50 tahun pengalaman dan keberhasilan, Oriflame tetap berkomitmen untuk misi membantu mewujudkan cita-cita.

Diambil dari www.oriflame.co.id
http://bit.ly/ibulotta
No comments

Monday, 24 October 2016

SAAT MENARI TAK LAGI SEKEDAR HOBI

Saya suka menari semenjak TK.

Apa istimewanya? Bukannya anak-anak TK memang hanya menari dan menyanyi saja?

Memang, tapi dengan mengenalkan tari atau mengajarkan menari sejak dini sangat bagus untuk fisik dan kesehatan anak. Tubuh anak menjadi lebih lentur, koordinasi pikiran dan gerakannya lebih terkontrol, menghindari kegemukan atau obesitas pada anak. Bisa melatih disiplin juga meningkatkan kreatifitas dan kepercayaan diri anak.

Mungkin itu juga yang membuat saya menjadi orang yang over pede.

Saya ikut sanggar tari saat kelas 2 atau 3 SD, tepatnya saya lupa. Memasuki usia SMP, saya pindah sanggar tari karena sanggar yang lama sudah tutup. Saat itu, pengajarnya mahasiswa seni tari, laki-laki, yang kemudian mengajar di SMP saya. Seni tari pulak.

Tapi, jaman dulu, hm, berasa kayak jaman purba, menari hanya merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu di luar kegiatan sekolah. Dan biasanya saya akan pentas di sekitar lingkungan terdekat saja. Sekolah, lingkungan kelurahan atau paling mentok tingkat kecamatan.

Dengan mengikuti sanggar tari pun tidak banyak membantu kami para remaja di era itu, menjadi penari profesional atau pun hanya sekedar mengikuti lomba. Meski pun sanggar tarinya paling terkenal dan bagus di kota saya.  Sepertinya memang tidak diarahkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kalau mau meneruskan jadi penari ya monggo, kalau tidak nggih sampun. Pada akhirnya, remaja anggota sanggar tari hanya sekedar pintar menari dan saya yakin, teman seangkatan saya yang dulu ikut sanggar sekarang pasti lupa tarian apa yang pernah dipelajarinya.

Saya pikir, ini mungkin menjadi salah satu penyebab saya sering sering sakit pinggang, karena menari kan juga olahraga. Dan ternyata ini salah satu hal yang bisa mencegah rematik pada orang dewasa dan kepikunan pada manula.

Ini berbalik dengan kondisi sekarang.

Di mana anak saya, yang baru lebih kurang 3 bulan menjadi anggota sanggar, harus mengikuti ujian untuk kenaikan tingkat. Harusnya setiap 6 bulan atau 1 masa semester, semua anak wajib ikut ujian. Tapi karena anak saya dianggap mampu ikut ujian, jadi diperbolehkan.

Jaman dulu?

Boro-boro ujian kenaikan tingkat, evaluasi saja sepertinya tidak ada. Saat mau pentas pun, sanggar tidak ikut cawe-cawe. Kami mengurus semuanya sendiri. Malah, seingat saya, saya dan teman sering pentas justru di luar kegiatan sanggar. Kegiatan sekolah yang lebih sering, karena ada acara perpisahan sekolah.  

Lusa, anak saya akan ujian menari. Dan untuk itu, dia harus punya asesoris sendiri. Beli tentu saja. Ini berbeda lagi dengan jaman saya dulu, yang selalu sibuk mencari pinjaman atau sewaan perlengkapan menari sebelum pentas.

Gbr. milik Ayodya Pala Tapos

Dan asesoris itu akan dipakai sepanjang anak saya akan terus pentas menari. Artinya ini adalah investasi. Bahwa menari tidak akan sekedar jadi hobi. Tapi bisa menjadi pilihan profesi sejak dini. Saya rasa ini malah lebih bagus karena anak terarah untuk lebih tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang.

Gbr. milik Ayodya Pala Tapos

Gbr. milik Ayodya Pala Tapos

Saat saya mengikutkan anak ke sanggar tari, tidak pernah terpikir akan hal ini. Dalam benak saya, hanya sekedar menyalurkan hobi karena anak saya cukup luwes menari. Tapi ternyata, banyak hal bisa dilakukan dengan mengikuti sanggar.

No 935 - Kila
Saya jadi seperti belajar lagi. Apalagi dengan melihat asesoris yang wajib dimiliki.
Sempat berpikir untuk berlatih menari lagi. Tapi kali ini supaya body lentur dan gak gampang kena rematik lagi!


No comments

Tuesday, 20 September 2016

DITA DAN NOVAGE

Budhita Arini. 
Panggilannya Dita. 
Penulis Skenario.

Foto milik Dita
Setelah lama terpisah jarak dan waktu, #Jiaah serasa gak sekota ajah!, tetiba dia ingat saya, komen di status saya. 
Trus berlanjut inbox : Mbak Lottaaaa kapan2 aku main dong ke Frame Ritz. Pengen curhat2 ama Mbak Lotta. Aku lagi pegang stripping trus galau kok jadi waktu me-timenya dikit. Hihihi…
Balas saya : Hahaha… Boleh dooong. Jadi aku bisa nawarin daganganku yaaa…

Tetep ya, Bok, eike jualan!

Singkat cerita, berkunjunglah Dita ke kantor saya.
Daaan tentu saja saya tawari katalog  yang setiap saat ada di meja saya. Jadi saya tuh : ninggalin 1 katalog di meja kantor dan bawa 1 katalog di dalam tas. Dan kalo kedua katalog itu berpindah tangan, besoknya saya bawa lagi dari rumah. Hahaha.

Mulailah saya promo produk. Cling! Dita jatuh cinta sama SKC. Dan pilihannya adalah NovAge Ultimate Lift Set.

Gambar milik Oriflame
Dari situ Dita tertarik buat ikutan jadi member. Buat dipake sendiri siih… Tapi Dita jadi mupeng saat tahu promo hadiah bulan ini lucuk-lucuk! Katanya : Sumpah, Oriflame gak sopan. Masa hadiahnya lucuk banget?

Lalu Dita pun dengan pasrah serahin data dan foto KTP. Bayar pendaftarannya sekaligus Dita bayar orderan NovAge. Jadi Dita yang langsung transfer ke Oriflame.

Hasilnya setelah Dita menggunakan NovAge?

Ini kata Dita :

“Tekstur pembersihnya aku suka. Kayaknya berbasis air gitu ya. Ada minyak dikit tapi gak lengket. Dingin rasanya. Pas diangkat pake kapas, kapasnya kotor banget (kalo aku lagi pake bedak). Berarti ngangkat kotoran di wajah banget kan. Muka jadi terasa bersih, lembut, dingin. Kalo ditambah serum dan krimnya muka jadi terasa membal alias kenyal. Kerut di bawah mata juga makin halus."

Foto milik Dita
"Ada pembersih yang kayak gitu tapi lebih mahal lagi. Yang belinya aja aku gak tega," lanjut Dita.

Iya, Dita bener banget. Saya juga pernah tuh liat harga pembersih yang dimaksud Dita. Dan, entah saya harus sedih atau tertawa sedih karena pasti harganya gak bisa kebeli sama isi dompet saya. Mendingan buat beli camilannya anak-anak deh ya?

Untung saya jadi member Oriflame. Dengan harga yang relatif terjangkau saya bisa menggunakan produk yang bagus, jaminan mutu dan terbukti hasilnya di kulit wajah saya.

Oriflame punya bermacam produk Skin Care ya?
Dengan harga yang bisa kita ukur dengan dompet kita tapi kwalitasnya tetap sama. Tidak berkurang sedikit pun. Karena setiap jenis produk Oriflame digunakan untuk jenis masalah kulit sesuai dengan kondisi kulit wajah wanita.

Mau seperti Dita dan saya?
Bisa banget. :)
Bulan September ini sedang promo rekrut lhoo...
Hanya Rp. 9.900,- pendaftarannya.
Tapi promo hadiah member barunya cetar membahana. 
Yuk ah, segera saja.
Jangan sampai kehilangan moment berharga ini yaah! :)

No comments

Wednesday, 7 September 2016

POS RUKUN TETANGGA 02

Judulnya kayak episode cerita sinetron ya?

Tapi ini bukan sinetron. Ini hanyalah tentang cerita sebuah Pos RT di lingkungan RT rumah saya.

Entah siapa yang punya ide untuk membangun pos baru, yang posisinya tepat di depan rumah saya. Membelakangi danau di komplek perumahan. Dan dananya tentu saja gotong royong dari para pak suami ganteng-ganteng di RT kami, selain menggunakan kas RT.

CLING! Terwujudlah sebuah pos sederhana dengan cat merah merona bak gadis yang jatuh cinta. Ihiy!



Pos ini selain buat tempat kumpul arisan bapak-bapak, juga digunakan untuk acara RT yang cukup besar, seperti lomba 17an atau sekedar garden party #ciyeee garden party, di pinggir danau karena tempatnya yang memang cukup luas. Bahkan, buat upacara bendera juga cukup lho!
Tapi pos ini bukan hanya untuk kegiatan RT saja. Siapa saja yang membutuhkan bisa minta ijin untuk meminjam tempat.  

Selain kegiatan tersebut di atas, saya sering melihat, pos ini juga bisa berfungsi sebagai tempat istirahat bagi tukang ojek yang lagi pengen ngadem, pejalan kaki yang kecapekan, atau anak-anak yang sekedar numpang duduk sambil bermain. Kadang pedagang yang berteduh karena kehujanan dan kecapekan juga ada lho. Saat siang, udara terik, duduk di pos cukup sejuk dan nyaman karena banyak pepohonan dan air danau.  Saat hujan, pos yang cukup luas itu, sangat melindungi untuk tidak kebasahan.

Ternyata, pos yang berada tepat di pinggir jalan utama komplek kami itu, begitu banyak manfaatnya. Bukan hanya bagi lingkungan RT kami saja.
No comments

Thursday, 18 August 2016

IBU BEKERJA TANPA ASISTEN RUMAH TANGGA

Saat ini sangat jamak kebutuhan akan asisten rumah tangga. Terlebih bagi ibu bekerja yang seharian harus meninggalkan anak-anaknya. Rasanya tanpa asisten rumah tangga, semua pekerjaan, baik pekerjaan kantor dan rumah tidak akan tertanggulangi. Apalagi jika ibu bekerja meninggalkan anak balita. Masalah akan muncul jika asisten rumah tangga seperti yang tidak diharapkan, seperti : asisten rumah tangga keluar, susah nyari asisten rumah tangga yang baru, gaji asisten rumah tangga yang mahal dan lain-lain. Sementara mengandalkan keluarga juga tidak mungkin.

Tapi sebenarnya ibu bekerja bisa kok, tetap nyaman bekerja di kantor tanpa bantuan asisten rumah tangga.

Gbr milik Google


Bagaimana caranya?

Yang paling utama adalah kerjasama yang baik dengan pasangan. Karena pasanganlah yang tahu benar kebutuhan ibu bekerja. Jika mempunyai anak-anak yang sudah cukup besar, libatkan mereka dalam kerjasama ini. Anak-anak bisa membantu untuk pekerjaan kecil yang ringan seperti menyapu lantai. Selain mengajarkan anak untuk mandiri, juga bisa memberikan rasa tanggung jawab pada mereka.

Memang akan terasa lebih melelahkan. Apalagi jika ibu bekerja harus berangkat pagi dan pulang pada malam hari. Tapi pengaturan waktu yang tepat dan kerjasama yang baik dengan seluruh anggota keluarga akan sangat membantu.

Bangun Lebih Awal & Tidur Lebih Malam

Bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan anak-anak sekolah dan suami berangkat bekerja. Jika ibu bekerja senang menyiapkan makanan sendiri, usahakan selalu malam hari untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak untuk pagi harinya. Ini akan lebih menghemat waktu di pagi hari dan tidak terburu-buru mengerjakannya.

Tidur lebih malam karena kegiatan mencuci pakaian lebih leluasa dilakukan sepulang bekerja. Sambil mencuci bisa melakukan pekerjaan lainnya, seperti meracik bahan makanan untuk keesokan harinya.

Laundry Kiloan

Laundry kiloan bisa jadi pilihan jika ibu bekerja tidak ada waktu untuk melakukan aktifitas cuci setrika. Saat ini sudah cukup menjamur jasa laundry kiloan.

Day Care dan Catering Rumahan

Day care adalah pilihan terbaik bagi ibu bekerja untuk menitipkan anak-anak pra sekolah. Cari day care yang aman untuk anak-anak. Saat ini sudah banyak pilihan day care yang bagus. Sesuaikan dengan dana ibu bekerja dan kenyamanan anak-anak.

Catering rumahan juga bisa jadi pilihan jika ibu bekerja tidak ada waktu untuk memasak. Pilih catering rumahan yang sehat dan aman buat anak-anak. Agak sedikit cerewet pada pemilik catering tidak apa-apa ya, demi anak-anak kita.

Nah, sepertinya hal-hal tersebut di atas bisa dipertimbangkan jika ibu bekerja mau tanpa dibantu asisten rumah tangga.


No comments

Monday, 15 August 2016

MARI BELAJAR TARI MENARI

Sejak saya TK, kegiatan ini sudah biasa saya lakukan. Bahkan sempat mau meneruskan sekolah ke SMKI Solo setelah lulus SMP. Hanya saja gagal karena orangtua gak kasih ijin. Kejauhan. Masih 14 tahun, begitu alasannya. Padahal saya sudah semangat 89! Hehehe saya lulus SMP sekitar tahun 1989.

Dan saya pun masuk Asdrafi Yogyakarta dengan niat besar menjadi seniman teater. Di sana masih bisa menari. Hanya saja tariannya lebih sering absurd. Hahaha… Tapi karena di Asdrafi minat saya pun tersalurkan. Saya menjadi penulis. Di mana ini adalah profesi utama yang saya geluti saat ini. Menjadi Penulis Skenario! Yeaaaay!


Balik ke menari.

Ternyata bakat menari saya menurun ke Kila, anak kedua saya. Sejak TK pula dia suka menari hingga berlanjut ke SD. Dan mulai bulan ini saya masukan dia ke Sanggar Tari Ayodya Pala. Berharapnya sih, Kila akan makin menekuni tari dan makin mencintai tarian tradisional.
Tapi selain itu, manfaat menari untuk anak-anak sangat besar lho.

Menurut artikel yang saya baca dan kutip petikannya dari www.female.kompas.com di artikel Manfaat Positif Menari Untuk Anak-Anak, yang mewawancara Hamdy Fabas, seorang penari profesional :

“Dengan menari membuat anak-anak lebih mudah menangkap beat musik dan irama musik. Selain itu, anak-anak yang belajar menari (dianggap) lebih disiplin, terutama jika mereka belajar menari secara formal (akademi). Ketika belajar di akademi atau kursus menari, anak-anak tak cuma akan belajar teknik atau gerakan menari saja, mereka juga akan belajar hidup disiplin dan juga taat aturan. Mereka juga nantinya akan lebih mudah bergaul, karena secara tak langsung, menari itu akan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Kepercayaan diri yang meningkat pun akan membuat pergaulan juga semakin luas.”

Naah, bagus banget kan manfaatnya?

Bukan hanya untuk mendapatkan kejuaraan dalam perlombaan. Tapi lompatan manfaat dari menari jauh lebih ke depan.

Eh, menari juga salah satu bagian dari olah tubuh yaa… Karena setelah menari, biasanya keringat akan keluar dan badan jadi lebih segar. Terutama badan akan lebih lentur.
Jadi, yuk ajarkan putra-putri kita menari.
Mau belajar menari?

Bisa lho daftar di Sanggar Ayodya Pala Tapos Depok.
No comments